PROPOSAL USAHA UNIVERSITY HEALTHY

 

BUSINESS PLAN CHICKEN UNIVERSITY HEALTHY

PROPOSAL USAHA

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan I Semester Empat Tahun 2019

Dosen Pengampu: Bapak Hanung Eka Atmaja, S. E., M. M.

Oleh:

1.      Indah Lestari                           1710103009

2.      Fajer Rifa’i                              1710103016

3.      Siti Indayani                            1710103024

4.      Muhammad Hasan absori       1710103068

 

  

 

PROGRAM STUDI S. 1 MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS TIDAR

2019

 

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil’alamiin, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang karena atas rahmat, taufiq, hidayah serta inayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas business plan dalam bentuk proposal usaha yang berkaitan dengan perencanaan yang tepat dan akan diterapkan di perusahaan dalam membuka sebuah usaha Ternak Ayam Broiler, dengan tema Business Plan Broiler Chicken Healthy. Sholawat serta salam senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya.

Tugas business plan ini dibuat untuk melengkapi salah satu tugas Mata Kuliah Kewirausahaan Satu. Semoga dengan adanya tugas business plan  ini dapat memberikan kontribusi dalam menunjang pengetahuan para mahasiswa dan pihak lain pada umumnya. Dalam penulisan tugas business plan ini, penulis menyadari bahwa penulisan tugas business plan dalam bentuk proposal usaha ini sangat jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi sempurnanya tugas business plan ini.

Selain itu, tanpa bantuan dari berbagai pihak, penyusunan business plan ini tidak akan berjalan dengan baik. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mau membantu dalam penyusunan tugas business plan ini. Penulis berharap semoga tugas business plan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

 

Magelang, 11 Juni 2019

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................... i

KATA PENGANTAR..................................................................................... ii

DAFTAR ISI .................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1

BAB II RINGKASAN EKSEKUTIF ............................................................ 1

BAB III VISI DAN MISI .............................................................................. 3

BAB IV ANALISIS INDUSTRI ................................................................... 3

BAB V DESKRIPSI USAHA ....................................................................... 4

BAB VI RENCANA PRODUKSI ATAU OPERASIONAL ...................... 5

BAB VII RENCANA PEMASARAN .......................................................... 7

BAB VIII PERENCANAAN ORGANISASI .............................................. 7

BAB IX RESIKO ........................................................................................... 9

BAB X PERENCANAAN KEUANGAN .................................................. 9

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Data Perusahaan

Nama Perusahaan             : Chicken University Healthy

Bidang Usaha                  : Usaha Peternakan

Jenis Produk                     : Ayam Pedaging atau Ayam Broiler

Alamat Perusahaan          : Desa Petung, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Nomor Telepon/Fax         : 082327689012/ (0521)779103

 

1.2    Data Pemilik

Nama Pemilik       : Muhammad Hasan Absori

Alamat Rumah     :

 

Nama Pemilik       : Fajer Rifa’i

Alamat Rumah     :

 

Nama Pemilik       : Indah Lestari

Alamat Rumah     :

 

Nama Pemilik       : Indah Lestari

Alamat Rumah     :

 

1.3    Penanggung Jawab

Penanggung jawab dalam bisnis ternak ayam ini sekaligus menempati jabatan sebagai manajer yang bergerak dalam bidang operasional, yaitu:

Nama        : Muhammad Hasan Absori

Alamat     :

 

 

BAB II

RINGKASAN EKSEKUTIF

2.1    Gambaran Umum

Bisnis ayam potong merupakan salah satu bisnis di bidang peternakan yang hasilnya sangat memuaskan. Bagaimana tidak? Setiap hari permintaan pasar daging ini selalu ada dan stabil, bahkan pada waktu tertentu seperti menjelang hari besar keagamaan maupun tahun baru, akan mengalami lonjakan permintaan secara signifikan. Penjualan daging ayam lebih besar dibandingkan dengan daging yang lain karena harganya yang cukup terjangkau bagi masyarakat dan penggunaannya yang cenderung lebih fleksibel. salah satu bisnis yang memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan adalah bisnis ayam potong. Bisa dibilang setiap orang pasti sangat familiar dengan ayam potong atau ayam pedaging. Sebagai konsumsi harian pun daging ayam masih lebih sering dikonsumsi oleh masyarakat dibandingkan dengan daging lainnya. Jika kita pintar memanfaatkan peluang ini, bukan mustahil bisa mendapatkan keuntungan untuk jangka panjang. Apalagi, jangka panen ayam potong terhitung cukup cepat dibandingkan dengan ayam kampung. Ayam potong bisa panen jika berat dagingnya sudah mencapai sekitar 2 kg. Berat ini biasanya tercapai dalam waktu sekitar 30 hari saja. Tentu saja dalam menjalankan bisnis yang berkaitan dengan ternak dan makhluk hidup tidak bisa sembarang dan asal-asalan. Kita harus tahu bagaimana cara yang tepat ternak ayam potong supaya bisa menghasilkan keuntungan yang maksimal.

2.2    Tata Cara Ternak Ayam

Berikut beberapa cara yang dilakukan untuk ternak ayam potong:

a.    Menentukan Lokasi Kandang

Kandang adalah hal penting pertama yang harus di perhatikan. Pemilihan lokasi kandang dapat mempengaruhi bisnis ke depannya. Biasanya, tipe kandang yang digunakan untuk ternak Ayam potong adalah tipe panggung dan melantai atau litter. Setiap tipe kandang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kandang tipe panggung misalnya, akan cenderung lebih bersih karena kotoran akan langsung jatuh ketanah, Namun juga pembuatannya akan lebih susah dan memerlukan lebih banyak biaya dari kandang tipe melantai. Sedangkan tipe kandang melantai atau litter perawatannya cenderung lebih rumit, Setiap kali selesai masa satu kali panen, sekam yang menjadi alas harus diganti atau dikeringkan lagi untuk mendapat sekam baru dan menghilangkan kotoran-kotoran ayam yang mengendap.

b.    Pemilihan Bibit

Untuk bisa mendapatkan ayam potong yang unggul, juga perlu memperhatikan bibit yang dibeli. Bibit yang unggul biasanya ditandai dari bentuk tubuh yang bulat, lincah, mata jernih, hidung dan anus bersih, serta bulu-bulunya tidak memiliki cacat

c.    Pakan

Pakan yang berkualitas haruslah dapat memberikan cukup gizi untuk ayam. Biasanya, pakan yang berkualitas memiliki kandungan zat karbohidrat,protein, lemak, vitamin, dan mineral di dalamnya.Pemberian pakan untuk ayam potong tidak boleh dibatasi. Harus selalu memberikan makan kepada ayam setiap pagi dan sore. pastikan tempat makan dan minum ayam potong selalu terisi agar berat badan ayam cepat bertambah.

d.   Vaksin

Pemberian vaksin sangat penting untuk menjaga kesehatan ayam, Pemberian vaksin biasanya dilakukan dua kali dalam satu kali periode pemeliharaan. Vaksin pertama diberikan dengan cara tetes mata. Sedangkan vaksin kedua diberikan melalui suntik pada bagian dada.

Dari keempat hal tersebut sudah dilakukan dengan baik maka akan menghasilkan ayam potong yang berkualitas baik untuk di konsumsi oleh masyarakat.

 

BAB III

VISI DAN MISI

3.1    Visi

Menjadi yang terdepan dan terbaik dalam menyediakan dan memasok ayam potong

3.2    Misi

a.       menyediakan ayam potong sesuai kebutuhan masyarakat, menjadi perusahaan yang terpercaya dalam ketepatan waktu dan kualitas

b.      Nilai guna bagi masyarakat, terpercaya dan rasa aman untuk masyarakat

c.       Menyediakan ayam potong guna kebutuh sehari-hari masyarakat

 

3.3    Keunggulan Kompetitif

Dalam usaha ternak ayam pedaging ini seorang wirausahawan menyediakan pelayanan yang cepat dan tanggap, memberikan diskon dalam pembelian skala besar, dan terjamin kualitas dari produk.

 

BAB IV

ANALISIS INDUSTRI

4.1    Analisis Persaingan

Dalam bidang perternakan persaingan nya cukup signifikan dikarenakan perminta pasar dalam hal daging sudah tinggi karena daging tsb menjadi kebutuhan pangan sehari2 oleh masyarakat. Dalam persaingan ini kami mengkedepankan kualitas daging dan mencari investor yang membutuh daging ayam untuk persaingan pasar saat ini.

Pada zaman sekarang binsis dalam bidang perternakan terutama dalam bidang ayam potong sangatlah banyak peminatnya, Oleh karena itu untuk menggambarkan analisi perspektif masa depan kami menggunakan metode SWOT:

a.         Strength

Kekuatan dari produk kami ialah kualitas daging yang memuaskan, karena pemberian pangan dan vaksin yang membuat daging ayam tsb berkualitas. Kami juga melayani pemesanan secara besar untuk para konsumen

b.        Weakness

Kelemahan dari bnis ini ialah kurangnya tenaga ahli untuk pemasaran produk kami. Sehingga orang-orang belum banyak menggetahui bahwa kami menyedikan ayam potong.

c.         Oppotunities

peluang dari bisnis ini ialah belum banyaknya pesaing dalam bisnis ini di daerah tertentu. Sehingga kami mempunyai peluang bisnis yang lebih besar.

d.        Threats

Sedangkan ancaman untuk bisnis ini ialah apabila ayam potong terkena penyakit maka akan mengalami kerugian.

 

4.2    Segmentasi pasar

Dalam membuka usaha dalam bidang peternakan ayam pedaging ini, sebagai rencana yang dijadikan target untuk segmentasi pasarnya yaitu dengan lokasi target: Pasar dan Rumah Makan.

Sedangkan yang berhubungan dengan target konsumen sendiri berasal dari warga atau masyarakat yang berada di lingkungan sekitar atau masyarakat luar kota.

4.3    Ramalan masa yang akan mendatang

Dengan terus melalukan pemberian pangan dan vaksin yang berkualiatas maka akan bisa menghasilkan daging yg berkualitas tinggi untuk masyarakat. Sementara dengan seiring berjalannya usaha tersebut yang semakin maju diharapkan segmentasi pasar untuk ke depannya akan semakin meluas hingga menembus konsumen antar kota, provinsi dan pulau bahkan ke mancanegara.

 

BAB V

DESKRIPSI USAHA

5.1    Produk yang dihasilkan

Produk yang dihasilkan dalam usaha ini adalah ayam potong atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan ayam pedaging,caranya yaitu dengan menternak atau membudidayakan ayam potong atau pedaging ini. Ayam potong atau ayam pedaging ini memiliki beberapa keistimewaan,misalnya selain harga nya lebih murah dibandingkan dengan ayam-ayam yang lain ayam potong atau ayam pedaging ini memiliki  daging yang tebal, dan juga tekstur nya lebih empuk .

5.2    Jasa pelayanan

Dalam bisnis ini kami menggunakan  jasa pelayanan melakukan pemesanan terlebih dahulu,baru setelah itu para pembeli bisa mengambil sendiri ayam yang telah dipesan atau bisa datang langsung ketempat ternak.

5.3    Ruang lingkup bisnis

Adalah usaha kecil dan menengah yang bergerak dalam bidang peternakan dengan cara menternak ayam potong atau pedaging yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat,restoran,rumah makan dll.

5.4    Personalia dan perlengkapan kantor

Dalam bisnis ini sumber daya manusia yang dibutuhkan salah satu nya seperti administrasi, pemasaran, dan lain-lain. Adapun perlengkapannya seperti komputer,telefon dan lain-lain.

5.5    Latar belakang identitas usaha

Usaha peternakan ayam potong atau ayam pedaging ini sangat layak untuk dikembangkan,mengingat potensi daerah yang sangat mendukung dari segi SDA dan SDM. Prospek Usaha beternak ayam potong atau pedaging ini di desa petung  masih mempunyai peluang yang cukup besar, selain belum ada peternakan ayam potong ini juga bisa dilihat dari tingkat pemanfaatan potensi pemeliharaan serta kemungkinannya dikirim keluar daerah, karena posisi daerah ini tidak terlalu jauh dengan wilayah kota.

 

BAB VI

RENCANA PRODUKSI

6.1    Pemilihan Lokasi

Kami memilih mendirikan kandang yang agak jauh dari pemukiman penduduk, memiliki sumber air, memiliki akses jalan masuk minimal kendaraan roda 2, dan letaknya memanjang timur dan barat. Sirkulasi udara dalam kandang harus mencukupi. Memperhatikan suhu udara di dalam kandang. Suhu di dalam kandang di sesuaikan dengan umur ayam, misalnya umur  1 – 7 hari suhunya 34-32 derajat Celsius, 8-14 hari suhunya 29-27, 15- 21 suhunya 26-25, umur 21-28 suhunya 24-23, umur 29-35 suhunya 23-21 derajat Celsius.

 

6.2    Rencana Tata Letak

Polusi udara (bau) sangat mengganggu masyarakat yang ada di sekitar kandang peternakan ayam. Hal ini dikarenakan kurangnya manajemen dalam pengelolaan limbah dan lalu lintas ayam pasca panen, bau yang tidak sedap ini berasal dari kandungan gas amonia yang tinggi yang terbentuk dari penumpukan feses yang masih basah dalam kondisi anaerob. Maka dari itu untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan cara penggunaan zeolit pada pakan, penambahan kapur pada kotoran dan penggunaan mikroba probiotik starbio pada pakan. Penggunaan zeolit lebih dari 4% dalam pakan, memberikan kemungkinan yang lebih besar dalam menurunkan pembentukan gas amonia, tetapi perlu diperhatikan efek samping dari penggunaan zeolit yang lebih tinggi. Penambahan kapur 1% dan 3% pada kotoran ayam dapat mengurangi gas amonia. Sedangkan penggunaan mikroba starbio sebanyak 0,025%-0,05% pada pakan dapat menurunkan kadar amonia dilingkungan kandang. Untuk menurunkan bau kotoran ayam dan mengurangi kepadatan lalat bisa menggunakan Effective Organisme. Permasalahan bau juga dapat diatasi dengan memanfaatkan limbah ternak berupa kotoran ayam yang dapat diolah menjadi biogas dan pupuk.

 

6.3    Proses Produksi

a.         Jumlah konsumsi pakan di hitung berdasarkan kapasitas harian yang di butuhkan tiap ekornya. Presentase pemberian pakan di pagi hari 40% dan sore hari 60% dari jumlah kapasitas pakan setiap hari setelah di hitung.

b.        Berat badan di timbang setiap satu minggu sekali pada hari yang sama dengan menggunakan sampel acak (10- 20)% dari populasi ayam, lalu di cari rata- rata berat badan per ekor.

c.         Di peroleh dari berat badan minggu pertama di kurangi berat badan awal, berat badan minggu ke dua di kurangi berat badan  minggu pertama. Dan seterusnya.

d.        Jumlah ayam yang mati di bagi dengan jumlah awal ayam hidup kemudian dikalikan dengan 100%, perhitungan dilakukan setiap seminggu sekali di hari yang sama.

e.         Jumlah pakan yang habis di konsumsi di bagi dengan pertambahan berat badan.

 

6.4    Keadaan gedung dan perlengkapannya

Gudang disini  berfungsi sebagai tempat penyimpanan pakan, obat-obatan, dan peralatan serta perlengkapan kandang lainnya. Oleh karena itu, gudang sebaiknya berada dekat dengan kandang untuk memudahkan akses dalam pengangkutan input-input yang diperlukan.

 

6.5    Keadaan mesin dan perlengkapannya

Peralatan yang dibutuhkan dari awal pemeliharaan sampai panen yaitu kandang, instalasi listrik, instalasi air, tempat makan, tempat minum, gasolec. Seng. Tirai penutup, tabung gas, timbangan, nampan untuk wadah biosecurity.

 

6.6    Sumber-Sumber Bahan Baku

Bahan yang di gunakan yaitu Day Old Chick (DOC) ayam potong atau pedaging, kertas Koran, gula merah, kapur, sekam, desinfektan, vitamin, pakan, air bersih, vaksin.

BAB VII

RENCANA PEMASARAN

a.      Segmen pasar, target pasar, posision

Terbuka untuk siapapun baik ke konsumen langsung, penjuan dan tempat makan yang berminat membeli ayam

b.      Penetapan harga

Untuk ayam siap panen dengan berat maksimal 2 kg sebesar Rp. 20.000 per kg. Sedangkan untuk ayam siap panen berat maksimal 2 kg dengan harga minimal sebesar Rp. 15.000 per kg.

c.       Pelaksanaan Distribusi

1.      Wilayah Pemasaran: Lokal dan Regional

2.      Jalur distribusi: individu, penjual, dan rumah makan

3.      Rencana lokasi counter penjualan: kota Magelang

d.      Promosi yang akan dilakukan

1.      Personal Selling

Menawarkan produk melalui penjualan langsun ke konsumen

2.      Brosur

Membagikan brosur kepada konsumen, penjual dan tempat makan.

3.      Iklan

Iklan melalui media sosial

e.       Pengembangan produk

1.      Ayam petelur

2.      Ayam pedaging (+- 5 kg)

 

 

VIII

PERENCANAAN ORGANISASI

a.      Bentuk kepemilikan usaha

Pengelolaan bisnis ternak ayam ini adalah 4 orang sebagai pemilik usaha

b.      Struktur organisasi

c.       Informasi tentang partner

1.      Fajer Rifai P. U. adalah seorang pekerja keras, ulet dengan kemampuan manajemen yang baik.

2.      Siti Indayati adalah seorang yang disiplin, teliti serta ahli dalam bidang keuangan.

3.      M. Hasan Absori adalah seorang yang ulet, pekerja keras, mudah bergaul serta memiliki kemampuan dibidang operasional.

4.      Indah Lestari adalah seorang yang pekerja keras, ulet, mudah bergaul serta memiliki kemampuan dibidang pemasaran.

d.      Uraian Tentang Kekuasaan

Pengurus Utama di pegang oleh Fajer Fifai P.U. yang bertugas sebagai manajer atas dalam bisnis ternak ayam dengan mengorganisir bagian dibawahnya. Dibidang keuangan di pegang oleh Siti Indayati sebagai manajer keuangan yang mengurusi keuangan usaha ternak ayam. Dibidang operasional di pegang oleh M. Hasan Absori sebagai manajer operasional  yang mengurusi tentang bagian produksi usaha ternak ayam. Dibidang pemasaran dan promosi dipeganf oleh Indah Lestari sebagai manajer pemasaran yang bertugas untuk memasarkan produk ke konsumen.

e.       Latar Belakang Anggota Tim Manajemen

Nama

Jabatan

Tingkat Pendidikan

Pengalaman

Fajer Rifai P.U.

Pengurus Umum

Mahasiswa Universitas Negeri Tidar

Belum memiliki pengalaman

Siti Indayati

Keuangan

Mahasiswa Universitas Negeri Tidar

Belum memiliki pengalaman

M. Hasan Absori

Opersional

Mahasiswa Universitas Negeri Tidar

Belum memiliki pengalaman

Indah Lestari

Pemasaran

Mahasiswa Universitas Negeri Tidar

Belum memiliki pengalaman

 

f.       Peran dan Tanggung Jawab Personalia

Jabatan

Peran

Tanggung Jawab

Pengurus Umum

Membuat dan mengesahkan seluruh keputusan dan kebijakan yang bersifat strategis melalui rapat pengurus.

Mengkoordinasikan seluruh penyelenggaraan dan program kerjanya.

Keuangan

Merencanakan, peramalan serta mengambil keputusan investasi dalam keuangan perusahaan.

Mengkoordinasi pelaporan dan perencanaan pebiayaan, mengontrol arus kas dan lainya.

Operasional

Memantau dan analisis sistem produksi serta menyusun strategi meningkatkan produksi

Mengelola dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas operasi usaha, mengawasi produksi, memangkas biaya operasi dan lainya

Pemasaran

Menyampaikan produk serta memberikan kepuasan kepada konsumen

perencanaan strategi, pemasaran berjalan efektif dan efisien. Membangun interaksi yang baik dengan pelanggan dan lainya.

 

 

BAB IX

RESIKO

a.      Evaluasi Kelemahan bisnis

Usaha ternak ayam yang digeluti memiliki kendala yang harus dihadapi adalah semakin banyaknya pesaing peternak ayam. Tidak hanya pesaing peternak ayam yang menjadi kendala tetapi hama dan penyakit yang menyebabkan ayam mati juga menjadi kendala yang tidak bisa dipandang sebelah mata oleh para pengusaha peternak ayam. Sehingga untuk mengantisipasi kelemahan bisnis maka sebagi peternak ayam harus dapat melakukan penanganan yang tepat, baik itu dari segi pemasaran juga dalam perawatan ayam dengan memberikan vaksin dan menjaga kebersihan kandang sebagai penanggulanganya.

b.      Gambaran Teknologi

Pengunaan teknologi dalam membantu pengelolaan usaha ternak ayam beberapa teknologi yang digunakan untuk membantu:

Jaringan Internet: sebagai media berkomunikasi, promosi, referensi dan mencari informasi.

Komputer: membantu pekerjaan ditiap bagian divisi.

Kendaraan bermotor: membantu proses distribusi suplayer dan konsumen, transportasi.

 

 

BAB X

                                          PERENCANAAN KEUANGAN        

 

Kami membagi biaya menjadi 3 bagian yaitu: biaya operasional, biaya pemasaran, dan biaya bahan baku. Tetapi untuk periode awal bisnis ini, kami menggabungkan biaya operasional dan pemasaran menjadi biaya awal (initial cost).

Berikut merupakan tabel proyeksi keuangan Ternak Ayam Pedaging:

1.        Rincian Biaya Produksi

Rincian Dana

1)      Pembuatan Kandang

ü  Tanah milik sendiri 2000M

ü  Kandang ukuran 20X10m (3 kandang) Rp. 15.000.000

ü  Biaya tukang bangunan 15 hari

ü  Tukang 3 orang (@ 50.000/hr) Rp. 2.250.000

2)      Peralatan Kandang = Rp. 30.147.000

3)      Instalasi listrik = Rp. 2.280.000

4)      Instalansi air = Rp    668.000

5)      Intalasi gas = Rp    720.000

6)      Bibit Ayam

ü  Bibit DOC max (@ 5000) x 2000 ayam Rp. 10.000.000 x 3 = Rp. 30.000.000

ü  Bibit DOC Min (@ 3500) x 2000 ayam Rp. 7.000.000 x 3 = Rp. 21.000.000

7)      Pakan dan obat-obatan = Rp 40.000.000

8)      Vitamin = Rp 1.905.000

9)      Tenaga kerja 3 orang untuk 3 kandang @ 700.000 Rp. 2.100.000 = Rp 2.100.000

10)  Biaya Listrik

Pemakaian listrik /bln @150.000 Rp. 150.000 x 3 = Rp    450.000;

Ø  Jadi modal awal pembangunan ternak ayam jika harga bibit ayam @5000 adalah sebesar Rp 125.520.000

Ø  Jadi modal awal pembangunan ternak ayam jika harga bibit ayam @3500 adalah sebesar Rp 116.520.000

2.        Jumlah Pendapatan

ü  Harga jual ayam /kg

Berat ayam siap panen max 2kg

Max 20.000/kg x 2kg x 2000 ayam Rp.80.000.000 x 3 = Rp.240.000.000

Min 15.000/kg x 2kg x 2000 ayam Rp.60.000.000 x 3 = Rp.180.000.000

ü  Masukan Tambahan

Nilai jual pupuk kandang 20krg (2000/krg) Rp. 40.000 x 3 = Rp. 120.000

 

v  Jumlah Pendapatan

Jumlah pendapatan di peroleh dari hasil panen ayam serta hasil pupuk kandang yang di jual

Penjualan ayam + penjualan pupuk

Jika harga ayam 20.000 per kg = 240.000.000 + 120.000 = 240.120.000

Jika harga ayam 15.000 per kg = 180.000.000 + 120.000 = 180.120.000

Keuntungan

 Menghitung Keuntungan (Jumlah Pendapatan – Jumlah operasional )

·         Pendapatan – operasional

Rp 240.120.000 – Rp 125.520.000 = Rp 114.600.000

Keuntungannya jika harga jual ayam /kg Rp 20.000 dan harga bibit @5000 adalah sebesar Rp 114.600.000.

·         Pendapatan – operasional

Rp 240.120.000 – Rp 116.520.000 =  Rp 123.600.000

Keuntungannya jika harga jual ayam /kg Rp 20.000 dan harga bibit @3500 adalah sebesar Rp 123.600.000

·         Pendapatan – operasional

Rp 180.120.000 – Rp 125.520.000 = Rp 54.600.000

Keuntungannya jika harga jual ayam /kg Rp 13.000.000 dan harga bibit @5000 adalah sebesar Rp 54.600.000

·         Pendapatan – operasional

Rp 180.120.000 – Rp 116.520.000 =  Rp 63.600.000

Keuntungannya jika harga jual ayam /kg Rp 14.000.000 dan harga bibit @3500 adalah sebesar Rp 63.600.000

 

 

 

Komentar

Postingan Populer